Langsung ke konten utama

MERAH PUTIH DAN PAPUA



Merah Putih dan Papua
Merah Putih dan Papua

PapuaVoice.Com. Ketika minggu ini banyak diangkat berita tentang kerusuhan di asrama mahasiswa Papua, rasa nasionalismeku sempat terusik. Apa benar keinginan mereka untuk segera referendum itu mewakili mayoritas warga papua?

Namun pagi ini semua pertanyaan itu terjawab, Jam 7 pagi tadi dengan menaiki sepeda motor teman, aku mencari ATM BCA yang kebetulan jaraknya lumayan jauh. Ketika sampai di depan SMKN 1 Sorong, tiba tiba semua arus lalu lintas dihentikan. Dari semua arah. Menyisakan jalanan kosong di depan SMK N 1 Sorong.
Dalam hati bertanya, ada apakah gerangan? Tidak ada lampu merah, tidak ada kecelakaan, bahkan tidak ada orang yang menyeberang. Anehnya, walaupun kendaraan jadi padat mengantri di belakang, tidak terdengar sedikitpun suara klakson yang memekakan telinga. Semua terlihat kalem. Bertambahlah rasa bingungku. Penasaran, aku edarkan pandangan ke sekeliling dan ke halaman SMK N 1 Sorong. Saat itu sedang prosesi pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. Gagah sekali berkibar di tiang tertinggi. Diiringi gema suara kompak yang mendebarkan dari semua peserta upacara.

SMKN 1 Sorong
SMKN 1 Sorong

Lirik kanan dan kiri, aku juga melihat beberapa orang di jalanan juga menyanyikan lagu itu. Setelah bendera Merah Putih terkembang sempurna dan lagu selesai dinyanyikan, Bapak Satpam pengatur lalu lintas kembali memberikan tanda untuk melanjutkan perjalanan. Sempat bengong beberapa saat. Hal yang tidak pernah kutemui sebelumnya, bahkan di Pulau Jawa atau Jakarta sekalipun. Lalu lintas yang sengaja dihentikan untuk menghormati Sang Saka Merah Putih.
Justru hal ini aku temukan di Papua. Mungkin tidak berlebihan, jika aku menyebut Papua sebagai Indonesia yang sesungguhnya. Pertanyaanku di awal terjawab. Mereka yang ribut-ribut referendum dan mengibarkan bendera bintang kejora hanyalah segelintir oknum. Jika tidak percaya, datanglah ke Papua dan rasakan sendiri bagaimana warganya begitu mencintai Indonesia.
—-Catatan harian Buku Dari Papua #2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASYARAKAT LANNY JAYA PAPUA SUKU DANI LANI

FHOTO SUKU DANI AND LANI LEMBAH BALIEM PAPUA LANNY JAYA

Bukti Cinta Masyarakat Lanny jaya Papua Pada Indonesia

PIMPINAN AKSI DETIUS YOMAN Siapa bilang Papua ingin merdeka?? Siapa bilang masyarakat Papua ingin berpisah dari NKRI?? Ini hanyalah kebohongan publik yang sering diungkapkan oleh Tokoh OPM Benny Wenda, tidak hanya di Papua saja akan tetapi sampai ke luar negeri. Semakin gencarnya provokasi di wilayah Papua oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), semakin kuat juga perlawanan masyarakat Papua di berbagai wilayah untuk menentang organisasi terlarang tersebut.   

Farhat Abbas: Habisi Orang Papua dan Kirim Orang Jawa ke Papua

An Nackmo Jr.   Rabu, Mei 18, 2016     106 Farhat Abbas - foto google Jakarta,  Pace Papushare -  Heboh! lagi-lagi Pace Farhat Abbas yang dikenal suka kontroversial dimedia sosial maupun di media lainnya, kali ini dihebohkan dengan warga Papua dimedia sosial Facebook akun yang bernama Farhat Abbas  dalam statusnya. (17/05/2016) Sama hal seperti di Tahun 2015, pelantun Sakitnya Tuh Disini, seorang Cita Citata pernah heboh karena melecehkan orang Papua, bahwa dirinya lebih cantik dari Pada orang Papua  (cantik kan, nggak seperti orang Papua)  katanya ketika dia mengenakan busana etnik Papua, mala menghina orang Papua sebelum acara manggung live di TV. (15/02/2015) Status Farhat Abbas Dalam akun Facebok Farhat Abbas tersebut menyatakan dalam statusnya  " Sewaktu indonesia merdeka memang papua tidak ikut..belakangan baru direbut indonesia dari belanda..jadi wajar kalau papua ingin berpisah dari indonesia..tapi jangan sampai itu ...