Langsung ke konten utama

POLDA PAPUA DIMINTA SERIUS TANGANI KASUS KORUPSI


Ketua Umum Masyarakat Anti Korupsi Wilayah Pegunungan Tengah Papua (MAKI WPTP), Detius Yoman, saat jumpapers (Jubi/Eveerth)
Jayapura, 16/5 (Jubi)Masyarakat Anti Korupsi Wilayah Pegunungan Tengah Papua (MAKI WPTP), Detius Yoman, meminta kepada Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua untuk serius dalam memberantas tindak pidana korupsi.
“Kami juga minta pihak Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua, agar lebih serius dan tidak melakukan jual beli perkara tindak pidana korupsi,” ujar Ketua Umum Masyarakat Anti Korupsi Wilayah Pegunungan Tengah Papua (MAKI WPTP), Detius Yoman,di Jayapura, Kamis(16/5).
Pihaknya meminta, agar setiap perkara korupsi bisa diselesaikan secara terbuka kepada public, sehingga masyarakat juga bisa menilai komitmen Polda Papua.
“Polda Papua maupun Kejati Papua apabila sudah menetapkan seseorang menjadi tersangka hendaknya mereka ditangkap, bukannya malah dibiarkan berkeliaran di luar, termasuk semestinya merespon cepat ketika menerima laporan dari masyarakat, karena jika dibiarkan, berarti Polda justru melindungi para koruptor,” jelasnya.
Tanah Papua banyak konflik social, katanya, akibat ulah dari para pejabat berdasi yang dengan seenaknya melakukan tindakan korupsi uang rakyat.
“Kalau demikian, maka yang sebenarnya TPN/OPM adalah para pejabat berdasi yang koruptor itu yang kini bebas berkeliaran yang seharusnya segera dip roses oleh Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua,” paparnya.
Sementara itu, Anggota MAKI WPTP, Budi Kogoya menambahkan, Kapolda dan kejati Papua harus lebih serius dalam menangani kasus korupsi yang merajalela di atas Tanah Papua, dan kalau tidak mampu angkat kaki dari tanah Papua.
“Kalau kasus kriminal dan masalah keamanan sangat cepat, tetapi kasus korupsi yang menjadi penghambat pembangunan dan penyebab rakyat menderita terkesan diperlambat penanganannya,” ucap Kogoya, yang mengaku pihaknya murni bersuara untuk penanganan korupsi sejak tahun 2003.
Pihaknya berharap, Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua (Kejati) jangan sampai ada sikap jual beli perkara tindak pidana korupsi. Karena hal itu jelas sebuah tindakan yang pada akhirnya semakin menyengsarakan rakyat, dan memperkaya para koruptor diatas Tanah Papua ini.
“Sejak awal Kapolda Papua, Tito Karnavian dilantik, telah berjanji untuk memberantas korupsi, sehingga komitmen ini harus dilaksanakan memberantas korupsi di Tanah Papua. Sehingga bukan sekadar janji-janji saja untuk senangkan telinga rakyat Papua,” tandasnya. (Jubi/Eveerth)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peraturan Kepala BPHN Ttg Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Kadarkum dan Desa Sadar Hukum

PERATURAN KEPALA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR PHN.HN.03.05-73 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN KELUARGA SADAR HUKUM DAN DESA/KELURAHAN SADAR HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL,     Menimbang      : bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 17, pasal 18, pasal 20, pasal 30, pasal 35, pasal 36, dan pasal 37 sesuai perintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 60 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.01-PR.08.10 Tahun 2006 tentang Pola Penyuluhan Hukum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.01-PR.08.10 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.01-PR.08.10 Tahun 2006 tentang Pola Penyuluhan Hukum, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional tentang Pembentukan dn Pe...

MASYARAKAT LANNY JAYA PAPUA SUKU DANI LANI

FHOTO SUKU DANI AND LANI LEMBAH BALIEM PAPUA LANNY JAYA

Diduga Ada Kecurangan di Pilkada Kabupaten Lanny Jaya

TRIBUNNEWS.COM - Seorang warga Kabupaten Lanny Jaya , Papua , Dulius Winambo, melaporkan terjadinya kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) pada Pilkada di kabupaten tersebut Menurutnya, dari 400 Tempat Pemungutan Suara (TPS) d 39 distrik yang tersebar di seluruh Kabupaten Lanny Jaya , setidaknya ada 14 distrik yang ditenggarai terindikasi kecurangan. "Satu contoh terdapat di distrik Melagai, Kabupaten Lanny Jaya , saat masyarakat menangkap tangan salah satu tim pasangan calon Befa Yigibalom dan Yemmis Kogoya. Tim tersebut diketahui membawa uang dalam sebuah mobil sejumlah Rp 41 juta. Uang tersebut berada dalam 8 amplop serta dilengkapi dengan daftar nama penerimanya. Mobil tersebut sendiri diketahui milik seorang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya ," ujar Dulius. Pembagian uang ini, dijelaskan oleh Dulius, dilakukan pada malam hari jelang hari pelaksanaan Pilkada tanggal 15 Februari 2017 lalu. Kejadian ini p...